Perkenalan Terindah di JannahNya

Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”

Seperti biasa hari ini saya harus menulis sesuatu di blog. Menunggu jam-jam di larutnya malam. Tanpa sengaja melihat notification dan melihat suatu info di grup facebook. Sungguh tercengang, mendapat info bahwa ada salah seorang mujahid yang meninggal dalam sebuah kecelakaan. Mujahid Kaderisasi KAMMI TES 2014 telah meninggal dalam sebuah kecelakaan di Banjarnegara.
Awalnya tidak menyadari namun setelah direnungi, masya Allah. Saudara seperjuangan telah dijemput lebih dulu oleh Allah.
Kami tidak pernah bersua bahkan namanyapun baru terdengar hari ini. Namanya terdengar dalam suatu berita duka. Tak pernah sedetikpun bersua dengannya. Namun hati ini turut merintih mendengar dia pergi ke sisiNya.

Terbayang kita berada di posisi yang sama. Sedang semangat berjuang di KAMMI. Membangun Mimpi meraih Asa. Sedang menikmati ukhuwah bersama. Sedang "tersenyum" bersama pemuda yang mencintai perjalanan menuju keridhoanNya. Sedang "menari" dalam kenikmatan berjihad di jalanNya. Namun semua itu menghilang begitu saja. Mungkin Allah ingin menggantinya dengan kenikmatan yang jauh lebih hebat dibandingkan semua yang pernah almarhum rasakan.

Kita hanya bisa berdoa. Karena yang dibutuhkan dia hari ini adalah doa.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memeroleh kebaikan, mereka mengatakan, ‘Ini adalah dari sisi Allah,’ dan kalau mereka ditimpa suatu bencana mereka mengatakan, ‘Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).’ Katakanlah, ‘Semuanya (datang) dari sisi Allah.’ Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” (QS an-Nisaa` [4]: 78)

Mari bermuhasabah sejenak. Saudara kita tanpa kita kira ternyata lebih dulu meninggalkan kita. Tak sedikitpun terbesit di pikiran kita semua itu bisa terjadi. Dia masih begitu muda, masihlah banyak langkah yang dia mampu tunaikan. Namun siapa yang tau umur manusia? hanya rahasiaNya.
Begitupun kita, semua yang terjadi hari ini harusnya membuat kita lebih memaknai anugrah kehidupan dari Allah. Kita tak akan pernah tau kapan Allah memanggil kita. Maka sudah sejauh mana persiapan kita untuk menghadapNya. Sedangkan kematian itu bisa tiba-tiba tanpa bisa kita rencanakan. Sungguh di setiap detik ini pastilah masih banyak dosa yang menyisa.Lantas kita membiarkan atau bahkan menumbuhkan dosa2 itu? Hanya orang merugi yang melakukan itu.
Mari selalu persiapkan diri ini untuk menghadapNya. Persiapkan yang terbaik seolah-olah kita akan menghadapi ujian yang sulit. Persiapkan dengan baik seolah-olah kita akan meninggal 1 jam kemudian. Selalu berdoa kepadaNya agar kita dijauhkan dari siksaNya dan didekatkan denganNya.

Saudaraku, meski kita tak pernah bersua. Namun dirimu hari ini benar-benar memberikan arti bagi semua orang yang merenunginya. Dirimu mengingatkan kami akan kematian yang datang tiba-tiba. Mengingatkan kami bahwa setiap detik kami haruslah hanya untuk beribadah padaNya. Kami ada di posisimu hari ini yang sedang menikmati perjuangan dakwah. Namun kami sering lupa bahwa kami pun akan dijemput olehNya cepat atau lambat. Kapanpun itu, kami harus memastikan bahwa kami harus meninggal dengan khusnul khotimah.

Saudaraku, meski kita tak pernah bersua. Allah telah menyambungkan hati kami dan dirimu. Sehingga sebagian dari kami ikut menangis, bersedih atas kepergianmu. Namun semua ini adalah fitrahNya saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai maka hati ini akan merasa kehilangan.

Saudaraku, meski kita tak pernah bersua. Allah telah mengikat hati-hati kita. Sehingga perasaan cinta pada saudaranya tumbuh dan tersembunyi. Perasaan cinta itu muncul saat dirimu telah tiada di dunia. Sungguh indah skenarioNya. Menumbuhkan cinta di hati kami tanpa pernah bersua. Satu yang kami harapkan, Semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya kelak lalu dirimu tersenyum dan menyapa kami. Dan kita berkenalan disana. Perkenalan terindah di JannahNya.

Selamat jalan akhi (Muhammad Bani Aryaguna), pastilah kami akan selalu mengingat kebaikanmu dan berusaha mendoakanmu di setiap waktu kami :')


“Dan sungguh jika kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.” (QS Ali Imran [3]: 157)


Ditulis Oleh : maya ~ Admin Blog - @mochelz

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Perkenalan Terindah di JannahNya yang ditulis oleh Teh May Blog Semoga Bermanfaat yaa :)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Teh May Blog

0 komentar:

Posting Komentar

Back to top